Kamis, 19 April 2012

10 FAEDAH MEMANDANG KE LANGIT


Alhamdulillah kemarin malam, saya bersama dengan para santri Pesma Mutiara Bangsa Depok mendapatkan materi pengajian yang cukup menarik.
Kitab yang dibahas adalah Kitab Al-Hikmah Fii Makhluqaatillah (Hikmah dari Ciptaan Alloh) karya Imam Al-Ghazali.
Mungkin Anda kurang akrab mendengar kitab yang satu ini. Oleh karena itu, saya berbagi sedikitnya isi kitab tersebut dari catatan yang saya tulis... semoga bermanfaat.

Ada 10 Faedah memandang ke langit. Tau kah Anda^^??
Menurut kitab tersebut, antara lain:
  1. Menghilangkan rasa gundah
  2. Menghilangkan Was-was
  3. Menghilangkan rasa takut
  4. Mengingatkan kepada Alloh
  5. Memberikan kekaguman kepada Alloh
  6. Dapat menghilangkan pikiran-pikiran buruk
  7. Bermanfaat sembuhkan penyakit saudaa' (semacam penyakit kulit bintik hitam)
  8. Menghibur hati yang merindu
  9. Menjadi teman bagi para pecinta
  10. Arah berdoa 
Nah, pernahkah Anda merasakan faedah seperti di atas??? Selamat mencoba kembali^^...

Sabtu, 14 April 2012

PASAR "YANG MEMBUAT GELI DAN MERINDING" DI KOTA TOMOHON

Tahukah Anda di Indonesia ada Kota Tomohon?
Dimanakah Kota tersebut? Maluku/Sulawesi/Kalimantan?

Hmm, pastinya masih agak asing bagi kita tuk mengetahui kota tersebut...
Tau nggak, disana ada Pasar yang benar-benar berbeda dari biasanya..
Bagi saya sendiri agak geli dan merinding..hehe.. Belum saja masuk pasarnya, udah begitu... Kalo Anda bagaimana? samakah dengan saya?

Hmm, bagi yang belum tahu, yuk kita cari tahu mengenai kota tersebut...
Ini ada tulisan mengenai Pasar yang WoW....
Bacalah dan bayangkanlah jika Anda berada di Pasar tersebut...
Geli? Merinding? Terkejut?
Pasti Anda punya jawaban tersendiri...^^

Moga tulisan di bawah ini dapat menambah wawasan kita tuk mengenal daerah yang berbeda dengan daerah kita tinggal...
Moga bermanfaat^^



Uniknya Pasar Tomohon di Minahasa


Oleh Olenka Priyadarsani

Sekilas, Pasar Tomohon di Sulawesi Utara tampak seperti pasar tradisional biasa. Ada yang menjual ayam, sayuran, dan berbagai jenis keperluan dapur lainnya. Namun, melangkah lebih jauh lagi ke dalam pasar, terdapat lapak yang menjual binatang yang tidak umum dimakan.

Harus saya peringatkan, pasar ini tidak cocok bagi pencinta binatang!

Tomohon terletak di Kabupaten Minahasa, sekitar satu jam dari Manado. Tomohon menjadi salah satu objek wisata di Sulawesi Utara ini karena topografi alamnya yang indah. Kota terbesar ketiga di provinsi ini terletak di antara dua gunung, yaitu Mahawu dan Lokon yang belum lama ini meletus.

Salah satu atraksi wisata paling menarik di Tomohon adalah Pasar Beriman Tomohon. Saya beruntung karena baru mengunjungi pasar tradisional ini hari Sabtu lalu, tepat sehari sebelum Hari Raya Paskah. Pada hari itu, warga setempat berduyun-duyun pergi ke pasar untuk membeli berbagai keperluan pesta perayaan.

Jalan menuju pasar pun sempat macet karena banyaknya angkutan umum dan mobil pribadi yang bergerak menuju pasar. Lalu, apa yang menarik di pasar ini?

Di samping menjual berbagai keperluan sehari-hari, pasar ini juga menjual berbagai jenis daging dan binatang. Di situlah uniknya, binatang yang dijual tidak akan Anda temukan di pasar-pasar tradisional lain di Indonesia. Binatang-binatang ini, baik yang dijual dalam keadaan  hidup atau sudah mati, biasa dijadikan santapan bagi penduduk sekitar Tomohon.

Binatang pertama yang saya lihat adalah babi yang sudah mati. Babi ini diangkut dengan sepeda motor oleh pedagangnya. Sebenarnya daging babi umum dijual di mana-mana, namun baru kali saya menemukan babi yang masih utuh. Ukurannya pun sangat besar.

Seorang pedagang sedang mengangkut babi dan anjing untuk dijual di Pasar Tomohon. Foto: Olenka Priyadarsani

Melangkah masuk ke pasar yang penuh sesak saya melihat tumpukan binatang lain. Ternyata itu adalah tumpukan tikus yang telah dipanggang. Tampaknya tikus menjadi salah satu barang dagangan yang cukup laku, karena banyak jumlah pedagang yang menjajakan binatang ini cukup banyak.

Tikus bakar yang tengah dijajakan. Foto: Olenka Priyadarsani
Babi hutan pun dijual di pasar ini. Berbeda dengan babi ternak yang ukurannya besar dan berwarna putih, ukuran babi hutan lebih kecil dengan bulu berwarna hitam. Sebagian sudah dikuliti, dan sebagian lainnya masih utuh.

Ada pula satu lapak yang menjual ular besar dan sudah disembelih. Terlihat beberapa pembeli tengah menunggu daging ular dipotong dan ditimbang.  Kelelawar juga dijual sebagai bahan masakan, sayapnya sudah dipisahkan dari tubuhnya.

Binatang lain yang tampaknya juga banyak dijual di Pasar Tomohon adalah anjing. Ada anjing-anjing yang masih hidup — yang akan dibunuh dengan cara dipukul oleh pedagangnya bila ada pembeli. Ada pula anjing-anjing yang sudah dibakar dan dibumbui. Anjing-anjing ini dibakar dalam keadaan utuh sehingga terus terang saja saya sedikit ngeri.

 
Anjing adalah makanan yang cukup umum dikonsumsi di wilayah ini. Foto: Olenka Priyadarsani

Yang tak kalah menyeramkan adalah kucing bakar. Menurut pedagangnya, kucing-kucing tersebut juga telah diberi berbagai macam bumbu tradisional. Satu ekor kucing dijual dengan harga Rp 100 ribu. Tidak seperti maraknya pedagang anjing dan tikus, saya hanya mendapati satu lapak yang menjual kucing.

 
Kucing juga dijadikan bahan masakan penduduk setempat. Foto: Olenka Priyadarsani

Menurut orang setempat yang kami sewa sebagai pengemudi, hanya babi dan anjing yang cukup umum dikonsumsi di wilayah Sulawesi Utara. Kucing dan tikus merupakan bahan masakan khas Tomohon saja. “Kebanyakan yang makan kucing adalah anak muda,” kata Hok, pengemudi kami tersebut.

Bagi banyak orang pemandangan di bagian daging Pasar Tomohon cukup membuat kita bergidik, walaupun juga sangat menarik. Setiap suku dan daerah memang memiliki makanan khas yang berbeda-beda!

http://id.travel.yahoo.com/jalan-jalan/313-uniknya-pasar-tomohon-di-minahasa
diunduh pada tanggal 14/04/2012 15:05.

Kamis, 12 April 2012

GEMPA ACEH 2012

Jakarta (ANTARA) -
Gempa Aceh 2004 dan 2012 berbeda jauh karena delapan tahun lalu lokasi gempa di sepanjang zona subduksi pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sekarang ini berlokasi di lempeng Indo-Australia, kata Pakar Tsunami Doktor Subandono Diposaptono.
"Beda jauh, dulu gempa terjadi di pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sekarang terjadi di lempeng Indo-Australia, atau sekitar 175 km lebih ke selatan," kata Subandono yang juga Direktur Tata Ruang Laut dan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan itu di Jakarta, Rabu malam.
Dengan demikian gempa Aceh yang terjadi kali ini merupakan gempa intraplate, bukan interplate seperti gempa Aceh berkekuatan 9,1 skala Richter pada tanggal 26 Desember 2004. Gempa intraplate tidak menyebabkan tsunami yang besar seperti halnya gempa interplate yang berada di zona subduksi.
"Gempa Aceh 2004 menyebabkan tepian dari lempeng Indo-Australia melenting ke atas sepanjang 1.300 km tegak lurus zone penunjaman tempat lempeng Samudra Hindia menyusup di bawah lempeng Eurasia (megathrust), dari mulai Simeuleu sampai Andaman dan membuat air laut surut dan kemudian menghempas ke daratan," katanya.
Gempa kali ini, kata dia, hanya menyebabkan gerakan mendatar yang menyebabkan getaran dan riak gelombang di lautan. Kalaupun ada tsunami paling-paling tingginya hanya 10--20 cm saja atau paling tinggi tak lebih dari semeter.
Subandono juga mengingatkan pentingnya rencana tata ruang wilayah menjadi dasar dari pembangunan, khususnya di kawasan pontensial bencana gempa dan tsunami, sehingga diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana.
"Sayang sekali kalau kita sudah bangun kota dengan sebagus-bagusnya, tapi karena tsunami datang lagi, lalu kota kembali hancur, lalu kita harus membangunnya lagi," katanya.
Ia mencontohkan Jepang yang dilanda gempa 9 SR pada bulan Maret 2011 dan menyebabkan tsunami hingga 10 meter dan menewaskan ribuan korban. Namun, setahun setelah itu belum ada upaya rekonstruksi karena pembangunan kembali baru setelah semua rencana sesuai dengan tata ruang berbasis mitigasi bencana sudah matang.
Rencana tata ruang wilayah, ujarnya, lebih penting daripada pembangunan tembok laut ataupun hutan pantai yang kurang efektif dalam meminimalkan risiko bencana.

JALINAN ANAK DAN ORANGTUA




Kejadian Hari ini 12/04/2012

Pagi ini tepat jam 06.30, saya berangkat kembali ke Depok untuk kuliah tingkat akhir di Universitas Indonesia (UI).

Saya berangkat naik motor bersama Bapak.... Hmm, saya belum bisa mahir naik motor, jadi masih dianter sama Bapak^^... Dengan motor Bektu (Bebek Tua) saya pun menuju PooL Bis Budiman.

Saat di perjalanan saya merasa sedih karena belum bisa memberikan banyak kebahagiaan buat Bapak saya... Saya sangat berharap bisa membuat Bapak saya bangga dan saya sukses alias MANDIRI...

Suatu saat bukan lagi saya dianter Bapak, melainkan Bapak yang saya anter kemana pun Bapak saya mau...
Sambil mata berkaca-kaca, saya berharap dan berdoa semoga harapanku dikabul oleh Alloh SWT.

Setelah sampai di Pool Budiman, saya berterimakasih kepada Bapak dan ia pun segera kembali ke rumah karena jam 07.00 harus mengantar adik saya ke sekolah... Adik saya baru kelas 3 SD. Masih kecil dan perbedaan umur saya dengan adik saya adalah 12 tahun, cukup jauh^^....
Saya berharap adik saya lebih baik daripada saya dan saya dapat menjadi kakak yang pantas dan menjadi teladan bagi adik saya.

Setelah saya naik Bis Budiman, tiba-tiba saya sekursi dengan seorang bapak dan anak yang masik kecil kira-kira 7 tahun. Anaknya muntah terus sampai akhir perjalanan karena mabuk bis..mungkin jarang naik bis.
Anehnya, anak tersebut begitu ramah dan tak menangis sedikitpun... bahkan dia tersenyum setelah muntah...terdengar suaranya"Pak kapan sampai Rumah?"...
Jawab si Ayah, "Sebentar lagi, ini sudah sampai Bandung, bentar lagi sampai Cibinong"... Anaknya kembali tersenyum dengan menahan mulut agar tak muntah dan ia tidur sejenak tuk menghilangkan pusing kepalanya.
Hmmm, jalinan Ayah dan Anak yang harmonis....

Setelah mereka berdua turun dari mobil, tiba-tiba sapu tangannya tertinggal... saya tertidur dan baru sadar bahwa Bapak dan anak itu sudah di depan pintu bis mau turun...
Alhamdulillah saya masih bisa memanggil dan memberikan sapu tangannya yang tertinggal.
Saya pun lega....
Saat mau tidur-tiduran di bis lagi, tiba-tiba ada seorang ibu-ibu dan Bapaknya yang sudah tua renta... Awalnya saya kaget, kok kenapa Bapaknya kesulitan jalan seperti tidak mau jalan..
Ibu itu berkata,"Pak, ayo kedepan, kita mau turun dari bis, jangan takut jalan,, adek ada di samping Bapak Ayo, Pak... gak ada lobang kok, Pak..."

Bapak itu tertatih-tatih seperti ketakutan sambil memegang kursi di sampingnya menuju ke depan bis dengan bantuan anaknya.

Ibu tadi bilang ke penumpang lainnya, " Maaf, Bapak saya tidak bisa melihat jadi jalannya seperti ini"...
Akhirnya banyak penumpang yang ikut membantu ibu tadi untuk menurunkan Bapaknya dari bis. Dan Alhamdulillah Ibu dan Bapak itu dapat turun dengan selamat... Saya sendiri hanya bisa berharap dan berdoa semoga mereka selamat sampai tujuan.. saya sangat kagum kepada Ibu tadi yang rela membantu Bapaknya yang sudah tua renta, tidak malu dan merasa bangga... saya mendoakan beliau semoga menjadi anak yang sholehah, pasti bangga Bapak tersebut mempunyai anak seperti dia.

Saya jadi teringat dan membayangkan bagaimana jika hal itu terjadi pada orang tua saya...
Saat masa tua melanda, mungkin seperti itu juga... saya pun MENANGIS dan ingin rasanya membahagiakan orang tua saya dan menjadi orang yang SUKSES.... Saya ingin membiaya keluarga saya, Mamah dan Bapak cukup beristirahat dan menjalani hidup dengan tenang tanpa harus bekerja banting tulang lagi... Biarkanlah mereka berdua merasakan kebahagiaan di masa tuanya, Ya Alloh...
sehingga kami semua bisa tersenyum...
Beribadah bersama dan menuju BAITULLOH bersama...
Membantu sanak famili lainnya yang kekurangan dan menjadi penghubung keluarga dengan bersilaturahim dan saling berbagi kebahagiaan.

Semoga kisah ini bermanfaat....
Mohon doanya kawan untuk kesuksesan kita semua...
Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan beramal sholeh...
Amiiin.

SMILE IS FUN , COOL AND BEUTIFULL



Rabu, 04 April 2012

Stadion Jadi, Dadaha Milik Kota

Stadion Jadi, Dadaha Milik Kota

SINGAPARNA – Kompleks olahraga Dadaha akan diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ke Pemerintah Kota Tasikmalaya jika rencana pembangunan stadion bertaraf internasional di Kecamatan Mangunreja terealisasi. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya H Ruhimat kepada Radar, kemarin (2/4).
Ruhimat mengatakan, sesuai dengan komitem Pemerintah Provinsi Jawa Barat soal penyerahan aset milik Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya ke Pemerintah Kota Tasikmalaya harus ada kompensasi sesuai dengan nilai aset yang diserahkan. Jadi, kata dia, kalau pembangunan stadion standar FIFA bertaraf internasional terealisasi, aset milik pemkab seperti Dadaha bisa diserahkan ke Pemkot. “(Persoalan aset) sedang dalam proses penyelesaian. Karena sekarang sudah diurus oleh provinsi. Nanti provinsi yang mengganti dana. Dana diberikan ke Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Maka dilepas (Dadaha),” katanya.
Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum menambahkan, sesuai kesepakatan dengan Kemendagri bahwa seluruh aset Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang ada di wilayah Pemerintah Kota Tasikmalaya, akan diganti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemerintah pusat. Jadi, jelas dia, kalau stadion bertaraf internasional itu sudah selesai dibangun di Kabupaten Tasikmalaya dan sudah bisa dimanfaatkan, setahap demi setahap aset yang ada di kota akan diserahkan sesuai nilai kompensasi dari provinsi maupun pusat. “Kalau sudah terbukti, semua aset itu akan kami serahkan ke kota,” tegasnya.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Kabupaten Tasikmalaya H Nana Rukmana menjelaskan, program pembangunan stadion standar FIFA tersebut merupakan program dari Kementrian Olahraga. Kemudian direspon oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Di Jawa Barat ada 4 kabupaten/kota yang mendapatkan bantuan pembangunan stadion tersebut. Salah satunya yang terpilih adalah Kabupaten Tasikmalaya. “Karena persyaratan mutlak itu minimal harus punya tanah seluas 10 hektar. Kita sudah ada kesiapan dan lokasinya ada di Mangunreja,” terangnya.
Untuk saat ini, jelas dia, proses pembangunan stadion masih menunggu perjanjian kerja sama antara Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sebagai dasar melelangkan proyek senilai Rp 100 miliar. “Sekarang proses pembebasan lahan sedang dilaksanakan,” tandasnya. (snd)

Sumber: 
http://www.radartasikmalaya.com/index.php?option=com_content&view=article&id=20389:stadion-jadi-dadaha-milik-kota&catid=29:the-cms&Itemid=181

MUSIK YANG MEMBUAT SEMANGAT

 Alhamdulillah...
Saat hati ini kesepian dan hari begitu penat akan tugas,
tiba-tiba saya dengarkan musik ini...
Lumayan membuat nyaman dan bersemangat^^...

Judulnya:
Me and My Cello
- So Happy Together (Turtles) Cello Cover
- ThePianoGuys - YouTube

Selamat mendengarkan ya...

Selasa, 03 April 2012

PROMOSI NASI UDUK BU PARMAN

Barangkali nanti berkunjung k Warung Bu Parman, jgn lupa coba Nasi Uduk nya ya...
Dijamin mantaaaaaP^^
Lokasinya di depan Pesantren Luhur Mutiara Bangsa Depok.
Manggaaa....yang mau silakan cobaaa....