Rabu, 19 Desember 2012

NADA VOICE 2012


 NADA VOICE

NADA VOICE adalah tim nasyid yang didirikan pada tanggal 10 November 2012 di Pesantren Mahasiswa Mutiara Bangsa (MB). Tim tersebut terdiri dari Firdaus (Ketua/Lead Vokal), Rizki (Vokal 1), Zaki (Bass), Kurniawan (Bariton), Dio Arifin (Bass/Bariton), Dian (Tenor/Falseto), Nurul Iman (Tenor/Falseto), Akbar Priyono (Vokal 1/Additional Player) dan Bahrun (Dokumenter). 















KLIK INDONESIA ^^!

 

Cinta Produk Indonesia melalui dunia maya ^^!

Jumat, 30 November 2012

BELAJAR MEMAKNAI HIDUP


Selalu ingat bahwa kita hidup di dunia tidaklah sendirian...
Ada keluarga dan orang-orang di sekitar kita yang memerlukan uluran tangan kita..
Saling berbagi dan memberi..

Alloh menciptakan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Memakmurkan dunia dan memuliakan manusia.

Manusia....
Ada yang di atas dan ada yang di bawah
Ada yang kuat dan ada yang lemah
kita senantiasa menyinergikan kedua agar hidup berdampingan.

Hidup Mulia dan Khusnul Khotimah tentu menjadi idaman bagi semua orang.

Dan melalui proses belajar memaknai hiduplah kita semua mengetahui jalan keluar dalam menjalani hidup

Semoga kita dirahmati oleh Alloh SWT.

Jumat, 23 November 2012

OPREC TIM ACAPELLA AEGIS VOICE 2012


\\OPREC ACAPELLA//

Silakan bagi yang ingin bergabung dalam tim Acapella bersama Aegis Voice tuk mendaftarkan diri.

Open Recruitment-nya --- hingga 29 November 2012
Uji Vocal ------------------- 1 Desember 2012 di Studio Perpustakaan UI Depok.

Untuk lebih lanjut akan dihubungi setelah Anda mendaftarkan diri.

Caranya:
Ketik Nama Lengkap_Jurusan_Angkatan (bagi Mahasiswa)
Ketik Nama Lengkap_Pekerjaan_Alamat (bagi Non Mahasiswa)

Kirim ke 085223398509

Semoga membawa berkah dan manfaat bagi Anda yang menyukai dunia musik/entertainment.

Rabu, 07 November 2012

DRAGON BABY ^^


DRAGON BABY...
Apa jadinya jika seorang balita berkarakter Bruce Lee...
Sang Legendaris Silat Macan Tutul..hehe salah...
Maksudnya Sang Legendaris Kung Fu ^^

Silakan ditonton, pasti senyum^^

Selasa, 23 Oktober 2012

40 NASEHAT SAYYIDINA ALI RA.


Berikut adalah 40 nasihat Saiyidina Ali sebagaimana yang terdapat di dalam kitab Nahjul Balagh dan Al-Bayan Wattabyeen r.a. :
  1. Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda.
  2. Menyokong kesalahan adalah menindas kebenaran.
  3. Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging.
  4. Mereka yang bersifat pertengahan dalam segala hal tidak akan menjadi miskin.
  5. Jagalah Ibu-Bapak kamu, niscaya anak-anakmu akan menjagai kamu.
  6. Bakhil terhadap apa yang di tangan adalah tidak mempunyai kepercayaan terhadap Allah.
  7. Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau ke angin. Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil.
  8. Seorang arif adalah lebih baik daripada arif. Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan.
  9. Ilmu adalah lebih baik daripada kekayaan karena kekayaan harus dijagai, sedangkan ilmu menjaga kamu.
  10. Jagalah harta bendamu denga mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahanmu dengan mendirikan shalat.
  11. Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam.
  12. Mengajar adalah belajar.
  13. Berkhairatlah mengikut kemampuanmu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin.
  14. Insan terbagi kepada 3, yaitu mereka yang mengenal Allah, mereka yang mencari kebenaran, mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran. Golongan yang terakhir inilah yang paling rendah dan tak akan ikut sembarang ketua dengan buta seperti kambing.
  15. Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah.
  16. Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah.
  17.  Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain.
  18. Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya.
  19. Manusia sebernanya sedang tidur tetapi akan bangun apabila ia mati.
  20. Jika kamu mempunyai sepenuhnya keyakinan akan al-Haq dan kebenaran, niscaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahasia kebenaran itu.
  21. Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampaui batas.
  22. Sifat seseorang tersembunyi di sebalik lidahnya.
  23. Seseorang yang membantu adalah sayapnya seseorang yang meminta.
  24. Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas kehilangan hartanya.
  25. Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya niscaya hilang apa yang mengenainya.
  26. Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat.
  27. Kegelisahan adalah lebih sukar daripada kesabaran.
  28. Seseorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seseorang yang lebih hina daripada seseorang yang hamba kepada hamba.
  29. Orang yang dengki, marah kepada orang tidak berdosa.
  30. Putus harapan adalah satu kebebasan, mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan.
  31. Sangkaan seorang yang berilmu adalah suatu ramalan.
  32. Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat.
  33. Taat kepada perempuan (selain Ibu) adalah kejahilan yang paling besar.
  34. Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan.
  35. Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah.
  36. Janganlah kamu melihat siapa yang berkata tetapi lihatlah apa yang dikatakannya.
  37. Tidak ad percintaan dengan sifat yang berpura-pura.
  38. Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamtan.
  39. Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakan.
  40. Jika kamu telah menguasai musuhmu, maafkanlah mereka, karena perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi.

WISATA BUDAYA DI PAMIJAHAN TASIKMALAYA








































Secara administratif terletak di Kampung Pamijahan, Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong. Situs terletak di daerah pedesaan yang arealnya dimanfaatkan sebagai tempat perumahan penduduk, pasar, sawah, ladang, dan hutan. Areal tersebut menempati lahan berbukit dan bergelombang. Situs termasuk cukup ramai didatangi pengunjung. Untuk mencapai ke lokasi dijangkau dari jalan raya bisa hanya bisa dicapai dengan jalan kaki menuju makam sekitar 500m, sedangkan menuju goa sekitar 2 km.

Pamijahan merupakan goa alam dan makam penyebar agama Islam. Makam Waliyullah Safardi, keluarga dan pengiringnya. Terletak dalam bangunan empat persegi panjang. Di luar bangunan di sekitarnya terdapat makam-makam keluarga. Makam-makam dalam bangunan lapisan pertama berjumlah 24, kemudian dalam ruangan lapisan kedua berjumlah 11, dan lapisan ketiga merupakan makam utama yang tertup dinding lagi. Goa pamijahan terletak cukup jauh dari makam, memiliki mulut goa yang cukup lebar dan tinggi. 


Di dalam gua orang bisa berdiri tegak dengan stalaktit dan stalagmit yang kokoh. Goa cukup dalam dengan ruangan-ruangan yang seolah-olah disekat sebagai tempat pertapaan, pesantren, musholla, mimbar, lubang-lubang seperti mulut gua di dalam gua (menurut cerita, lubang tersebut adalah jalan tembus menuju Banten, Cirebon, bahkan Mekah), memiliki mata air yang jernih (dikenal sebagai air zam zam). Jalur jalan dalam gua dialiri air dan berbatu-batu.


Dalam sejarah lisan, gua Pamijahan adalah goa yang pernah menjadi tempat hunian Syeikh Abdul Qodir Jaelani ± 200 tahun sebelum Syeikh H. Abdul Muhyi menerima ilmu agama dari gurunya, Syeikh Imam Sanusi. Letak goa di kaki bukit Gunung Mujarod. Kata mujarod berarti penenangan karena di dalam goa itulah Syeikh Abdul Muhyi sering mendekatkan diri kepada Allah atau bersemedi. Kemudian kata pamijahan berasal dari masa sebelum hidupnya, yaitu Saparwadi. Saparwadi berasal dari bahasa Arab, sapar artinya jalan dan wadi berarti lembah atau jurang atau menjadi jalan yang berada di atas jurang.

Goa Kafir Vs Goa Safarwadi, Symbol Perseteruan Abadi



Di Pamijahan, selama ini dikenal 2 buah goa yang kerap dikunjungi. Yakni, Goa Safarwadi dan Goa Kafir. Nama keduanya pun diberikan langsung oleh Kanjeng Syech Abdul Muhyi, sebagai symbol perseteruan abadi antara manusia Beriman dengan Iblis.
Menurut KH Endang Ajidin, Kasepuhan Pamijahan, Goa Kafir sebetulnya sudah sejak lama dikenal masyarakat. Namun, hanya sedikit orang yang pernah melihat langsung lokasi tersebut. Kemunginan besar, hal itu akibat larangan langsung yang disampaikan Kanjeng Syech Abdul Muhyi kepada seluruh pengikut dan keturunannya agar jangan pernah mendekati lokasi tersebut.

“Sebenarnya, Goa Safarwadi dan Goa Kafir itu simbol. Bahwa dalam kehidupan ini hanya ada 2 jalan. Yakni jalan yang Haq dan jalan yang Batil, antara yang lurus dengan yang sesat. Nah kita mau pilih yang mana?”katanya saat ditemui di kediamannya, kemarin.

Dia menjelaskan, penamaan Goa Kafir juga menunjukkan sesuatu yang menjijikkan untuk didekati. Artinya perilaku-perilaku kekafiran jangan sampai dilakukan oleh seorang mukmin yang benar. Herannya kata dia, masih banyak saja orang yang malah berusaha mendekatinya hanya untuk mencapai kekayaan duniawi dengan cara menjual keimanannya.

Saat ini katanya, kuncen yang menguasai goa Kafir justru orang-orang dari luar daerah. Tak jarang, pesugihan juga menjadi semacam praktek penipuan dengan iming-iming penggandaan uang dan sejenisnya. Disisi lain, ada juga segelintir orang setempat yang telah terjerumus dalam praktek tersebut.

“Kami mendukung kalau seandainya ada rencana penataan goa tersebut. Ketimbang jadi tempat pemujaan, lebih baik agar ditata, dan diterangi listrik. Kalau sudah diterangi, biasanya jin-nya juga nanti minggat dengan sendirinya,”katanya.
Di tempat terpisah, Ep (25), salah seorang perempuan warga setempat yang tak jauh dari goa kafir mengaku sering melihat orang yang datang ke lokasi tersebut untuk melakukan pesugihan. Dia mengaku, kakaknya sendiri sebagai salah seorang kuncennya.

“Barusan saja ada orang Karangnuggal yang baru pulang dari dalam. Biasanya banyak juga orang luar seperti dari Tangerang dan Sumatera, dan luar Jawa,”katanya.

Dia juga menjelaskan, para pengunjungnya datang hampir setiap hari, nyaris tidak mengenal musim. Sehingga katanya, pada bulan apapun selalu ada saja orang yang datang, kendati tidak pernah membludak.  Bagi sebagian orang kedatangan mereka memberi keuntungan misalnya bagi para penyedia jasa pengantar, dan penjual kebutuhan pasugihan.

Hingga kini, setelah 282 tahun meninggalnya Syech Abdul Muhyi (1730 M - 2012 M), para peziarah tak berhenti mendatangi Goa Safarwadi (Goa Pamijahan). Tidak hanya dari Jawa Barat, peziarah berdatangan dari daerah Jawa Timur, Kalimantan bahkan mancanegara yaitu Singapura dan Malaysia. Denyut nadi spiritual tidak kenal beristirahat, 24 jam penduduk Pamijahan menerima peziarah dengan senyum dan ketulusan hati membantu. Toko di sekitar jalan menuju Goa Safarwadi (Goa Pamijahan) dari makam Syech Abdul Muhyi menjajakan souvenir, makanan khas, jirigen air, minuman buka 24 jam. Bagi Pak Totoy, pemandu kami, karamah Syech Abdul Muhyi tak lekang oleh waktu. Dengan tak pernah berhentinya pengunjung, ia dapat menghidupi dan menyekolahkan 2 anaknya, membiayai istri dan ibu mertuanya yang sakit stroke. Quote yang berharga dari Pak Totoy adalah " Yang Mati telah Menghidupi Yang Hidup" yang berarti walau Syech Abdul Muhyi telah berpulang ke Rahmatullah, tetapi keberkahan Beliau di Goa Safarwadi (Goa Pamijahan) menghidupi penduduk sekitar hingga kini. 

Sumber: